- Dollar Mendekati Level Puncak 5-Tahun vs Yen. Dollar AS diperdagangkan mendekati level puncak 5-tahun versus Yen, sehari setelah Federal Reserve mengumumkan akan mengurangi program stimulus secara bertahap mulai bulan Januari. Namun apresiasi Greenback masih tertahan oleh data yang menunjukkan jumlah klaim awal pengangguran AS melonjak ke level tertinggi dalam hampir 9-bulan pada pekan lalu.
- Spekulasi ‘Tapering’ Lanjutan Membebani Aussie. Dollar Australia melemah untuk hari ke-4 beruntun terhadap Greenback di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve akan terus mengurangi stimulus yang telah menopang harga aset-aset beresiko. Sementara Fed mulai memangkas stimulus, para trader memperkirakan Reserve Bank of Australia akan kembali menurunkan biaya pinjaman guna mendongkrak pertumbuhan. Sebuah indeks swap menunjukkan probabilitas sebesar 30% bahwa suku bunga acuan RBA akan berada di bawah rekor terendah 2,5% pada akhir bulan April mendatang.
- Bursa Asia Mixed Pasca Fed. Bursa saham Asia bergerak mixed setelah Federal Reserve menegaskan komitmen kebijakan suku bunga rendah seiring mulai kurangi pemberian stimulus moneter. Nikkei menguat akibat pelemahan yen pasca keputusan Fed yang mulai kurangi jumlah pembelian obligasi sebesar $10. Kekhawatiran atas sistem keuangan Cina membayangi performa Kospi meskipun investor terlihat lega dengan keputusan bank sentral AS. Hang Seng terpuruk akibat kecemasan atas sistem keuangan Cina setelah PBOC menolak untuk menyuntikan likuiditas.
- Emas Tenggelam ke Level Terendah 3 Tahun. Emas ditutup melemah lebih dari 3% pada hari Kamis, dan ditutup pada level terendah sejak Agustus 2010 setelah Federal Reserve mengambil langkah awal untuk mengurangi stimulus moneter. Stimulus moneter dari Fed sebelumnya mendorong harga emas ke rekor tertinggi beberapa tahun terakhir. Fed pada hari Rabu mengatakan ekonomi AS cukup kuat untuk menahan pengurangan program pembelian obligasi, pelonggaran moneter yang membuat emas rally hingga menyentuh level $1.920,30 per ons pada tahun 2011.
- Minyak Menguat Dua Hari Beruntun. Minyak ditutup menguat pada hari Kamis, berada pada level tertinggi dalam hampir dua bulan terakhir setelah keputusan Federal Reserve untuk mengurangi stimulus moneter mendorong optimisme akan perekonomian AS dan prospek permintaan energi di masa yang akan datang. Minyak menguat dalam dua hari beruntun menyusul keputusan tersebut. Fed mengurangi program pembelian obligasi perbulan, mencerminkan kemajuan dan perkembangan outlook pasar tenaga kerja AS. Berdasarkan laporan Energy Information Administration, pada pekan lalu permintaan minyak tanah meningkat ke level tertinggi sejak tahun 2008.
Kamis, 19 Desember 2013
20 DESEMBER 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar