- Fundamental Solid Menopang Dollar AS. Dollar AS beranjak lebih tinggi di tengah perdagangan tipis, dengan sebagian besar pasar terkait libur Natal, setelah beberapa data ekonomi AS yang solid memvalidasi keputusan Federal Reserve untuk mulai mengurangi stimulus. Fed pada pekan lalu telah mengumumkan akan mengurangi pembelian Treasury dan surat berharga berbasis hipotek menjadi $75 miliar per bulan terhitung mulai awal tahun depan. Pasar Jepang, China daratan dan Thailand masih tetap dibuka pada hari Rabu, meskipun sebagian besar pasar di Asia dan di seluruh dunia, termasuk AS, Jerman dan Inggris, ditutup untuk liburan Natal.
- Kebijakan Pelonggaran BoJ Kian Melukai Yen. Yen telah terdepresiasi sekitar 15% sepanjang tahun ini, dan menjadi yang terburuk di antara 10 mata uang negara maju, seiring Bank of Japan melanjutkan kebijakan pelonggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bank sentral Jepang terus membeli lebih dari ¥7 trilyun ($67 milyar) obligasi pemerintah setiap bulan sebagai upaya untuk mengakhiri deflasi 15-tahun. Pejabat BoJ bahkan mensinyalkan jika mereka masih memiliki ruang yang cukup signifikan untuk meningkatkan pembelian obligasi jika diperlukan, guna mencapai target inflasi 2%. Sekitar 27 dari 35 ekonom yang tergabung dalam sebuah survey pada bulan ini memperkirakan BoJ akan menambah stimulus setelah bulan Maret.
- Beijing Tetapkan Target Pertumbuhan 7.5% Untuk Tahun 2014. Beijing akan menargetkan tingkat pertumbuhan yang lebih rendah di tahun 2014 daripada pertumbuhan tahun ini, berpotensi untuk menetapkan tingkat kesesuaian untuk kota dan provinsi lainnya seiring melambatnya ekonomi China dan para pemimpin berusaha untuk menekankan adanya ekspansi dengan pengorbanan apapun. Target untuk pertumbuhan ekonomi kota-kota di China pada tahun depan sekitar 7.5%, kata Guo Jinlong, seorang sekretaris partai komunis Beijing dalam pernyataan yang di buat pada pertemuan pada tanggal 23 Desember dan di cetak hari ini oleh People’s Daily, di publikasikan oleh partai. Target tersebut 0.5% lebih rendah dari target ekspansi 8% di tahun 2013.
- Jepang Akan Lelang Obligasi Senilai ¥ 155,1 Triliun. Pemerintah Jepang mengatakan rencana untuk menerbitkan obligasi pemerintah Jepang senilai 155,1 triliun yen atau JBG pada tahun fiskal yang akan datang dimulai pada bulan April 2014, rencana tersebut akan menjadi penurunan jumlah JBG yang dikeluarkan per tahun sejak 2008. Departemen Keuangan Jepang juga akan memperpanjang jatuh tempo obligasinya dengan meningkatkan penjualan obligasi bertenor 30 tahun sebesar 1,2 triliun yen, dan mengurangi obligasi bertenor dua tahun sebesar 2,4 triliun yen, karena khawatir akan terjadinya snowball utang public.
- Nikkei Tembus Level 16,000. Nikkei rally setelah durable goods orders dan penjualan rumah AS memberikan bukti tambahan akan berlanjutnya momentum pemulihan ekonomi terbesar di dunia tersebut. Ini merupakan pertama kalinya Nikkei menembus 16000 sejak Desember 2007. Sementara itu, BoJ’s Kuroda mengatakan inflasi Jepang dapat mencapai 1 persen di semester pertama 2014 dan dapat membantu kenaikan ekspektasi inflasi.
Rabu, 25 Desember 2013
26 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar